MNG Airlines (MNGA), penyedia logistik global dan pendukung e-commerce yang berbasis di Türkiye, menjadi maskapai terbaru yang berkomitmen pada pesawat kargo terbaru A350F, setelah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk dua unit pesawat. A350F akan menjadi elemen utama dalam armada masa depan MNG, menghadirkan seluruh manfaat dari pesawat kargo generasi baru ke dalam operasi maskapai tersebut.
“Kesepakatan untuk dua A350F ini memperdalam kemitraan kami dengan Airbus dalam seluruh program pesawat kargo mereka. Langkah ini memperkuat posisi kami di jalur perdagangan utama, termasuk Eropa, Timur Tengah, Asia, dan jejak kami yang terus berkembang di Amerika Utara. Ini akan mendukung operasi terjadwal maupun charter kami, serta memberikan fleksibilitas tambahan untuk memenuhi permintaan kargo yang terus berkembang, mulai dari e-commerce hingga kargo bernilai tinggi dan logistik ekspres,” ujar CEO Mapa Group dan Chairman MNG Airlines, Murathan Doruk Günal.
“Kami sangat senang menyambut MNG Airlines sebagai pelanggan terbaru A350F, yang menegaskan daya tarik pasar yang kuat terhadap pesawat kargo revolusioner ini. A350F akan menghadirkan efisiensi dan performa generasi baru, serta kapasitas dan fleksibilitas muatan yang belum pernah ada sebelumnya. Kami menantikan integrasi yang mulus ke dalam operasi MNG,” kata Benoît de Saint-Exupéry, EVP Sales Airbus untuk bisnis Pesawat Komersial.
Dirancang sebagai pesawat kargo paling canggih di dunia, A350F dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar kargo udara global yang terus berkembang. Saat ini masih dalam tahap pengembangan, pesawat ini akan mampu mengangkut hingga 111 ton dengan jangkauan 8.700 km. Didukung oleh mesin Rolls-Royce Trent XWB-97, A350F akan menawarkan pengurangan konsumsi bahan bakar dan emisi CO₂ hingga 40% dibandingkan pesawat generasi sebelumnya. Dibuat dari lebih dari 70% material canggih, A350F akan 46 ton lebih ringan dibanding pesaingnya dan dilengkapi pintu kargo dek utama terbesar di industri. Ini adalah satu-satunya pesawat kargo yang sepenuhnya memenuhi standar CO₂ ICAO tahun 2027 dan saat mulai beroperasi akan mampu menggunakan bahan bakar SAF hingga 50%, dengan target 100% pada tahun 2030.

