TNI Angkatan Udara (TNI AU) kembali mengerahkan pesawat Airbus A400 dengan tail code A-4002 untuk mengangkut bantuan kemanusiaan untuk korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan total 354,438 kg melalui sinergi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dukungan pesawat angkutan udara berbadan bongsor tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan pemerintah, instansi, dan masyarakat dapat segera menjangkau wilayah terdampak.

Lapangan udara (Lanud) Halim Perdanakusuma (HLP) berperan sebagai salah satu titik pendukung pengiriman bantuan dari Jakarta menuju wilayah terdampak bencana, Sabtu (22/8).
Dalam distribusi bantuan tahap lanjutan, bantuan kemanusiaan diterbangkan menuju dua wilayah tujuan, yaitu Bandara Internasional Komodo (LBJ), Labuan Bajo, dan Bandara Frans Seda (MOF), Maumere.
Selanjutnya, bantuan akan didistribusikan menuju wilayah terdampak sesuai kebutuhan di lapangan.
Sinergi antara Lanud Halim Perdanakusuma dan BNPB diwujudkan melalui penerimaan, penyiapan, serta pendistribusian bantuan kemanusiaan untuk mempercepat proses penyaluran kepada masyarakat terdampak.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, S.T., M.M. menegaskan, kolaborasi antara Lanud Halim Perdanakusuma dan BNPB merupakan wujud nyata sinergi antar lembaga dalam memastikan bantuan pemerintah dan masyarakat dapat segera menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan persatuan istri anggota TNI AU
Sebelumnya, di lapangan udara yang sama, pada Kamis (20/8), TNI AU telah menyalurkan 46.092 kilogram bantuan kemanusiaan dari persatuan istri anggota TNI AU (PIA Ardhya Garini) berupa bahan pangan, obat-obatan, pakaian, dan kebutuhan dasar lainnya yang diserahkan Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., kepada BNPB.
Bantuan 46.092 kilogram itu diberangkatkan dengan pesawat Airbus A400 dengan tail code A-4001 ke Labuan Bajo dan Maumere untuk selanjutnya didistribusikan ke wilayah terdampak melalui jalur darat serta dukungan helikopter dan pesawat angkut ringan TNI AU.