Batam Aero Engine Dapat Tangani Masalah Mesin Jet, Propeller/Turboprop, dan APU

Pada Rabu, 19 Agustus 2026, Batam Aero Engine (BAE), bagian industri aviasi dari Lion Group, resmi beroperasi di Batam, untuk menangani perawatan mesin pesawat jet dan propeller/turboprop, dan Auxiliary Power Unit (APU).

Pesawat jet menggunakan mesin jet sebagai sumber tenaga utama, sedangkan pesawat propeller/turboprop menggunakan mesin yang menggerakkan baling-baling untuk menghasilkan tenaga dorong.

Sementara itu, APU merupakan perangkat pendukung pada pesawat yang berfungsi menyediakan tenaga listrik dan kebutuhan tertentu, terutama saat pesawat berada di darat.

Beroperasinya BAE memperkuat kemampuan Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) di Indonesia.

MRO merupakan rangkaian kegiatan pemeriksaan, perawatan, perbaikan, dan pemulihan kondisi pesawat, mesin, serta komponennya agar tetap memenuhi standar keselamatan dan keandalan. Di balik setiap penerbangan, terdapat teknologi, peralatan khusus, serta tenaga ahli yang memastikan mesin pesawat siap mendukung operasional.

Peresmian fasilitas Batam Aero Engine dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, antara lain Rusdi Kirana, Founder Lion Group; Sokhib Al Rokhman, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan; Dr. Amsakar Achmad, Wali Kota Batam sekaligus Ex-Officio Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam; serta Captain Daniel Putut Kuncoro Adi, Presiden Direktur Lion Group.

Memperkuat Industri MRO Nasional

Pengembangan kemampuan perawatan mesin di dalam negeri memberikan manfaat bagi ekosistem penerbangan nasional. Semakin banyak pekerjaan yang dapat ditangani di Indonesia, semakin besar pula peluang bagi tumbuhnya rantai industri pendukung, mulai dari penyedia komponen dan peralatan hingga berbagai jasa terkait MRO.

Kemampuan tersebut juga membuka peluang Indonesia untuk meningkatkan daya saing sebagai lokasi perawatan pesawat dan mesin di kawasan Asia. Batam memiliki posisi yang mendukung pengembangan tersebut karena berada di jalur perdagangan dan penerbangan regional serta memiliki kawasan industri dan fasilitas pendukung penerbangan.

Bagi maskapai, ketersediaan fasilitas perawatan mesin di Indonesia memberikan pilihan dalam menangani kebutuhan perawatan armada.

BAE memiliki kemampuan on-wing maintenance, yaitu perawatan saat mesin masih terpasang pada pesawat, serta off-wing maintenance, ketika mesin dilepas untuk menjalani pemeriksaan, perbaikan, atau pekerjaan perawatan lebih lanjut.

Kapabilitas tersebut mencakup sejumlah mesin yang digunakan pada pesawat jet dan propeller/turboprop. Untuk mendukung kebutuhan pesawat regional berbasis propeller/turboprop.

Salah satu kemampuan BAE adalah borescope inspection, yaitu pemeriksaan bagian dalam mesin menggunakan kamera berukuran kecil yang dimasukkan melalui akses tertentu tanpa perlu membongkar keseluruhan mesin.

Teknologi tersebut membantu teknisi melihat kondisi komponen di dalam mesin secara lebih detail.

Hasil pemeriksaan dapat digunakan untuk menentukan kondisi komponen dan kebutuhan pekerjaan perawatan selanjutnya.

BAE menggunakan peralatan borescope antara lain IPLEX NX, IPLEX GX/GT, dan Mentor Flex. Kapabilitas lainnya mencakup penggantian modul Low Pressure Turbine (LPT) oleh personel tersertifikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *