Wednesday, 21 February 2018
HUT Angkasa Pura I ke-54 Inisiasi Sinergi antara Airports dan Airlines

JAKARTA –  Hari ini, PT Angkasa Pura I (Persero) HUT ke-54 menginisiasi penyelenggaraan “Airports-Airlines Gathering 2018” sebagai upaya memperkuat kerja sama dengan mitra-mitra maskapai. Hadir pada acara tersebut diantaranya Garuda Indonesia Airways, Kuwait Airways yang diwakili oleh Dede, My Indo Airlines diwakili oleh Winda J.Maukar serta stakeholder maskapai yang lain.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk menyinergikan strategi pengembangan bandara-bandara Angkasa Pura I agar relevan dengan strategi pengembangan para mitra maskapai di 2018 ini.

“’Airports-Airlines Gathering 2018’ ini merupakan bagian dari upaya Angkasa Pura I dalam rangka memperkuat kerja sama dengan mitra-mitra maskapainya, dengan menampung dan memfasilitasi masukan-masukan dari airlines yang merupakan salah satu customer bagi airports. Selain itu, ajang ini juga merupakan usaha Angkasa Pura I untuk menyinergikan strategi pengembangan bandaranya dengan strategi maskapai penerbangan, sehingga potensi dan peluang pengembangan pasar pada 2018 ini dapat dioptimalkan,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi di sela-sela kegiatan “Airports-Airlines Gathering 2018” yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Menurut Faik, pada 2018 ini Angkasa Pura I akan melakukan beberapa program pemasaran bandara dan kegiatan terkait customer relationship management. “Diantaranya adalah program insentif untuk maskapai, Collaborative Destination Development (CDD), serta integrated marketing campaign. Diharapkan hal ini dapat membantu maskapai dalam mengembangkan bisnisnya, khususnya dalam pembukaan rute-rute baru dan penambahan frekuensi penerbangan. Ini juga merupakan cara Angkasa Pura I dalam berkontribusi memajukan industri aviasi nasional, mendorong peningkatan lalu lintas transportasi udara, mengoptimalkan kinerja bandara, sekaligus memberikan alternatif pilihan jadwal penerbangan bagi masyarakat,” imbuh Faik. 

Program insentif bagi maskapai yaitu berupa pembebasan biaya pendaratan (landing fee) bagi rute atau penerbangan baru di Bandara Pattimura Ambon, Bandara Frans Kaisiepo Biak, dan Bandara El Tari Kupang selama 6 bulan. Lalu potongan 50% biaya pendaratan bagi rute atau penerbangan baru di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Lombok Praya, Bandara Adi Soemarmo Solo, dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin selama 6 bulan.

“Program insentif untuk maskapai lainnya adalah berupa pembebasan biaya promosi maskapai di bandara selama satu bulan penuh, pembebasan biaya inaugurasi pembukaan rute baru di bandara, dan insentif untuk menstimulus pertumbuhan penumpang,” tambah Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I Devy Suradji. 
 
Sedangkan program Collaboration Destination Development (CDD) pada tahun 2018 ini akan dilakukan di 10 kota, yaitu Solo, Balikpapan, Biak, Ambon, Lombok, Surabaya, Makassar, Manado, Banjarmasin, dan Kupang. “CDD merupakan forum focus group discussion yang diinisiasi Angkasa Pura I dengan melibatkan seluruh stakeholder industri pariwisata daerah untuk bersama-sama mendorong pengembangan industri pariwisata daerah. CDD ini dilakukan dalam tiga fase; fase pertama untuk membangun awareness industri pariwisata, fase kedua untuk mengumpulkan dan mengaktifkan kolaborasi dan partisipasi para stakeholder, dan fase terakhir untuk melakukan strategi hardselling dan pengembangan aksi lanjut,” jelas Devy.

Selain itu, Angkasa Pura I juga menyelenggarakan kampanye terintegrasi dengan aktivitas global (integrated marketing campaign) untuk meningkatkan exposure di tengah penyelenggaraan kegiatan-kegiatan global, seperti IMF-World Bank Annual Meeting di Bali pada Oktober 2018, International Council of Woman (ICW) General Assembly di Yogyakarta (September 2018), Torch Relay Asian Games 2018 di Yogyakarta-Solo-Semarang (Agustus 2018), Earth Day 2018 di Balikpapan (22 April 2018), serta Earth Hour 2018 di 13 bandara Angkasa Pura I (Maret 2018).  

“Dengan semakin eratnya kerja sama dan sinergi dengan mitra maskapai, maka dapat dielaborasi potensi peluang yang bisa dikembangkan, sehingga dapat menciptakan tren baru dan value added services bagi penumpang pesawat udara yang pada akhirnya meningkatkan kinerja bersama,” harap Devy. 

Author: Eko Nugroho
GO Ina

Program talkshow pada 19-21 Maret 2019  yang di gelar di UniversitasPancasila, Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN), dan Universitas Darma Persada, Jakarta menandakan resminya dimulai rangkaian roadshow ini. Menghadirkan narasumber untuk berbagi pengalaman, dua pengusaha muda yang sukses membangun lokal bisnis di usia muda yaitu; Stephen Lucas, Co Founder brand lokalVoyej, memproduksi aksesoris berbahan kulit sapidanDirez, Co Founder Blues ville & Darahkubiru, dibidang pakaian pria dengan bahan denim.

Details
March 22, 2019

Lion Air menginformasikan, bahwa dengan adanya temporary grounded penerbangan Lion Air tetap
beroperasi normal. Lion Air meminimalisir dampak yang timbul agar operasional dapat berjalan dengan baik
dan tidak terganggu. Lion Air tetap melayani rute-rute yang selama ini dioperasikan Boeing 737 MAX 8
dengan mengganti menggunakan armada Lion Air lainnya. Lion Air mengoperasikan berbagai tipe pesawat,
terdiri dari 70 Boeing 737-900ER (215 kelas ekonomi), 38 Boeing 737-800NG (189 kelas ekonomi) dan tiga
Airbus A330-300 (440 kelas ekonomi).

Details
March 21, 2019

“Lion Parcel berpartisipasi dalam acara Hari Konsumen Nasional 2019 dengan tujuan berkomitmen dalam

meningkatkan kepuasan pelanggan terutama bagi pasar retail yang berfokus Online Selling Market atau Social
Commerce. Pada umumnya online seller (penjual online) menginginkan transaksi praktis (tidak ingin repot dan
bersusah payah keluar rumah atau toko) untuk mengirim barang. Dengan dasar kebutuhan itulah Lion Parcel
hadir menjawab tantangan sekaligus peluang tersebut,” jelas Farian.

Details
March 21, 2019

Karena karakteristik itulah, Malindo Air memulai penerbangan perdana antara Langkawi
dan Melaka di Malaysia yang dioperasikan menggunakan pesawat ATR 72-600 berkapasitas
72 kursi. Penerbangan tersedia tiga kali setiap minggu pada Rabu, Jumat dan Minggu.
Penerbangan nomor OD-1350 berangkat dari Bandar Udara Internasional Melaka (MKZ)
pukul 14.05 waktu setempat (Malaysia Standard Time, GMT+8), membawa 72 penumpang
dan tiba di Bandar Udara Internasional Langkawi (LGK) pukul 15.45 waktu setempat. Malindo
Air mendapatkan sambutan hangat dengan water cannon, diikuti flower gallon dan
pemberian goodie bags kepada penumpang di terminal kedatangan.

Details
March 20, 2019

GENERAL NEWS