Friday, 6 July 2018
Saatnya Peran Otban Diperkuat Dan Ditingkatkan

Capt. Avirianto, Direktur DKPPU memberikan sambutan dalam Rakorwil Kantor Otban Wilayah VI di Palembang (dok. djpu)


Tingkat keselamatan, keamanan dan pelayanan penerbangan Indonesia yang saat ini sudah berada di posisi yang sangat tinggi secara Internasional harus dipertahankan. Untuk mempertahankan pencapaian tersebut, satu hal yang penting adalah pengawasan di lapangan oleh otoritas penerbangan. Pengawasan harus dilakukan secara transparan dengan aturan dan standar prosedur operasi yang jelas dan sumber daya manusia yang mempunyai kemampuan yang setara dan tersertifikasi.

Saat ini pengawasan penerbangan nasional dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dengan dibantu oleh 10 Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) di seluruh Indonesia. Untuk memperkuat pengawasan, mengingat luasnya wilayah dan kompleksitas persoalan penerbangan nasional, diperlukan penguatan peran Otban dalam hal pengawasan di wilayahnya masing-masing. Demikian garis besar pembahasan dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI dari tanggal 3 - 4 Juli 2018 di Hotel Aryaduta, Palembang, Sumatera Selatan. 

Rakorwil dengan tema "Membangun Sinergi, Meningkatkan Koordinasi Dan Memperkuat Pengawasan Dalam Mewujudkan Peningkatan Kinerja Keselamatan, Keamanan, Dan Pelayanan Penerbangan" tersebut dibuka oleh Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (KUPPU) Capt. Avirianto. Rakorwil dihadiri oleh sekitar 80 peserta dari perwakilan Airnav, Dishub Prop Palembang, maskapai penerbangan, Kabandara UPBU dan PT Angkasa Pura 2 di bawah Otban Wilayah VI, serta undangan lain. Sebagai narasumber antara lain tenaga ahli Menteri Perhubungan untuk Keselamatan Penerbangan Muzzafar Ismail, Sekjen INACA Tengku Burhanuddin, serta perwakilan INASGOC Yusfandri Guna.

Dalam sambutannya, Capt. Avirianto mengharapkan acara ini dapat mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan koordinasi antara Otban dengan Penyelenggara Bandar Udara, Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan dan stakeholder lain di bandar udara. Dan yang paling utama adalah dapat dimanfaatkan sebagai forum komunikasi untuk mendapatkan berbagai informasi penting dan strategis terkait penerbangan," kata Direktur KUPPU Avirianto. 

Sementara itu Kepala Otban Wilayah VI, Agoes Soebagio mengatakan bahwa rakorwil ini bertujuan untuk saling berinteraksi dan membahas berbagai permasalahan, sekaligus merumuskan cara penyelesaian hal-hal yang berkaitan bidang penerbangan. Sehingga para regulator dan operator baik ditingkat pusat maupun pelaksana teknis di daerah mempunyai bahasa yang sama dalam menyusun strategi penerapan keselamatan dan keamanan penerbangan di unit kerjanya masing-masing. "Rakorwil ini sebagai upaya terobosan Otban Wilayah VI, terutama untuk mensinergikan antara regulator dengan operator di lapangan," kata Kepala Otban Agoes.

Sedangkan dalam pernyataannya, Muzzafar Ismail menyatakan bahwa perlu penguatan peran dari KOBU sehingga mempermudah dan memperingan kerja kantor pusat Ditjen Perhubungan Udara. "Pekerjaan di kantor pusat Ditjen Hubud sudah sangat banyak dan kompleks. Sudah saatnya peran pengawasan didelegasikan lebih banyak pada KOBU. Namun demikian, sumber daya manusia yang ada di KOBU harus setara kualifikasi dan sertifikatnya dengan yang ada di kantor pusat. Karena nantinya kita akan sama-sama diaudit oleh organisasi internasional seperti ICAO. Untuk mempermudah koodinasi dan transparansi, bisa digunakan teknologi informasi yang sudah familiar bagi kita semua," kata Ahli Menteri Perhubungan untuk Keselamatan Penerbangan itu.

Menurut Peraturan Menteri Perhubungan no. PM 41 tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Otban, tugasnya adalah dalam hal pengendalian, pengaturan dan pembuat keputusan. 

Agenda lain yang dibahas dalam rapat ini antara lain adalah Program kerja Otban Wilayah VI tahun 2018; Peningkatan Kinerja Keselamatan Penerbangan Indonesia; Sinergitas Regulator dan Operator Penerbangan; Peningkatan layanan angkutan udara, peran transportasi udara dalam rangka mendukung kegiatan Asian Games 2018; Penanggulangan dampak abu vulkanik terhadap operasi penerbangan; Tata cara penanganan informasi palsu terkait candaan bom; dan Pembahasan permasalahan yang ada di bandar udara.

Author: Martin Jop
GO Ina

Program talkshow pada 19-21 Maret 2019  yang di gelar di UniversitasPancasila, Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN), dan Universitas Darma Persada, Jakarta menandakan resminya dimulai rangkaian roadshow ini. Menghadirkan narasumber untuk berbagi pengalaman, dua pengusaha muda yang sukses membangun lokal bisnis di usia muda yaitu; Stephen Lucas, Co Founder brand lokalVoyej, memproduksi aksesoris berbahan kulit sapidanDirez, Co Founder Blues ville & Darahkubiru, dibidang pakaian pria dengan bahan denim.

Details
March 22, 2019

Lion Air menginformasikan, bahwa dengan adanya temporary grounded penerbangan Lion Air tetap
beroperasi normal. Lion Air meminimalisir dampak yang timbul agar operasional dapat berjalan dengan baik
dan tidak terganggu. Lion Air tetap melayani rute-rute yang selama ini dioperasikan Boeing 737 MAX 8
dengan mengganti menggunakan armada Lion Air lainnya. Lion Air mengoperasikan berbagai tipe pesawat,
terdiri dari 70 Boeing 737-900ER (215 kelas ekonomi), 38 Boeing 737-800NG (189 kelas ekonomi) dan tiga
Airbus A330-300 (440 kelas ekonomi).

Details
March 21, 2019

“Lion Parcel berpartisipasi dalam acara Hari Konsumen Nasional 2019 dengan tujuan berkomitmen dalam

meningkatkan kepuasan pelanggan terutama bagi pasar retail yang berfokus Online Selling Market atau Social
Commerce. Pada umumnya online seller (penjual online) menginginkan transaksi praktis (tidak ingin repot dan
bersusah payah keluar rumah atau toko) untuk mengirim barang. Dengan dasar kebutuhan itulah Lion Parcel
hadir menjawab tantangan sekaligus peluang tersebut,” jelas Farian.

Details
March 21, 2019

Karena karakteristik itulah, Malindo Air memulai penerbangan perdana antara Langkawi
dan Melaka di Malaysia yang dioperasikan menggunakan pesawat ATR 72-600 berkapasitas
72 kursi. Penerbangan tersedia tiga kali setiap minggu pada Rabu, Jumat dan Minggu.
Penerbangan nomor OD-1350 berangkat dari Bandar Udara Internasional Melaka (MKZ)
pukul 14.05 waktu setempat (Malaysia Standard Time, GMT+8), membawa 72 penumpang
dan tiba di Bandar Udara Internasional Langkawi (LGK) pukul 15.45 waktu setempat. Malindo
Air mendapatkan sambutan hangat dengan water cannon, diikuti flower gallon dan
pemberian goodie bags kepada penumpang di terminal kedatangan.

Details
March 20, 2019

GENERAL NEWS