Friday, 8 March 2019
Gubernur Jabar dan Dirut BIJB, Satu Visi, BIJB Kertajati Juga Jadi Bandara Kargo

Menhub Budi Karya S. dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam kunjungan ke BIJB Kertajati Majalengka (dok. humas Jabar)


Sebagaimana diketahui Bandara Internasional Jawa Barat atau BIJB Kertajati dioperasikan selain untuk penerbangan haji atau umrah, juga sebagai penerbangan reguler ke berbagai kota di Indonesia.

Namun, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan ingin menjadikan BIJB Kertajati sebagai bandara kargo selain untuk penerbangan haji dan umrah, seperti dilansir dari Tempo.co.

Untuk itu, ia kan menjajaki kerja sama dengan negara-negara Timur Tengah untuk pengembangan bandara di Majalengka itu.

"Di Dubai nanti ada rencana kolaborasi untuk memanfaatkan banyak penerbangan internasional ke Kertajati," kata Ridwan di Bandung, Rabu 6 Maret 2019.  

Penjajakan kerja sama untuk BIJB Kertajati ini menjadi salah satu agenda dalam kunjungan kerja Ridwan ke Timur Tengah. Namun, ia tidak merinci kerja sama apa saja yang akan dijajaki dalam lawatannya keluar negeri yang akan dilakukan seminggu ke depan.

Ridwan Kamil mengatakan, salah satu bandara kargo terbaik di dunia ada di Timur Tengah. “Nah, bandara kargo ini salah satu yang terbaik di dunia ada di Dubai dan Abu Dhabi,” kata dia.

Gubernur Ridwanl mengatakan, kunjungannya ke negara-negara di Timur Tengah itu sekaligus untuk mempromosikan rencana pengembangan kawasan Segitiga Rebana, kawasan di antara Bandara Kertajati, Pelabuhan Patimban, dan Cirebon. “Supaya investasinya datang dari Timur Tengah,” kata dia.

 

Infrastruktur kargo

Sementara itu, Direktur Utama PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Muhamad Singgih mengatakan, sudah menetapkan tanggal pengoperasian dimulainya layanan kargo di BIJB Kertajati, Majalengka. “Untuk kargo dalam domestik tanggal 1 April 2019, yang internasional tanggal 30 April 2019,” kata dia saat dihubungi Tempo, Rabu, 6 Maret 2019.

Untuk itu pihak telah menggandeng anak usaha PT Angkasa Pura II bidang pengelolaan kargo udara, PT Angkasa Pura Kargo (APK) untuk mengoperasikan bisnis kargo domestik.

Sementara untuk layanan kargo internasional menggandeng PT Jasa Angkasa Semesta (PT JAS). Keduanya dianggap sebagai pemain kargo yang berpengalaman.

Singgih, yang baru menjabat sebagai Dirut BIJB pada Desember 2018 lalu, mengatakan pada tahap awal, PT BIJB sudah menuntaskan pembangunan gudang di kompleks bandara seluas 4.500 meter persegi untuk mengoperasikan bisnis kargo domestik yang dijadwalkan beroperasi bulan depan. Luas tersebut baru memenuhi persyaratan minimum yang sifatnya wajib.

Menurut Dirut BIJB, gudang tersebut mencukupi untuk mengoperasikan bisnis kargo bandara. “Kargo yang ada baru di dalam areal bandara dengan bangunan seluas 4.500 meter persegi, cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai 2 tahun ke depan. Walau sebentar lagi kita sedang siapkan pengembangannya lagi,” kata dia.

Singgih mengakui, bisnis kargo agak tersendat dimulai karena persoalan dana. “Dulu karena keterbatasan dana saja. Tapi yang penting kita mulai dengan yang ada dulu,” kata dia.

Dirut BIJB menjelaskan nantinya untuk melayani bisnis kargo di Lini 1, yaitu untuk pelayanan pengiriman barang sebelum masuk ke pesawat harus melalui pengelola kargo bandara.

Author: Martin Jop
GO Ina


Direktur Utama Angkasa Pura 1 Faik Fahmi mengatakan, "pihaknya kehilangan pendapatan mencapai Rp 300 miliar sejak awal tahun hingga Mei 2019."

Details
May 22, 2019

“Kementerian Perhubungan menyadari keluhan Pengusaha Hotel yang terus disampaikan adanya penurunan tingkat hunian hotel karena mahalnya harga tiket pesawat." demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Djoko Sasono di Jakarta, Selasa (22/5). 

Details
May 22, 2019

“Kami pastikan Pilot dengan inisial IR itu bukan Pilot Sriwijaya Air maupun NAM Air,” kata Retri Maya, Vice President Corporate Secretary Sriwijaya Air.

Details
May 21, 2019

Pada kesempatan yang khusus ini saya akan menyampaikan kepada Cargo Times "ICAC kedepannya akan mengadakan terobosan-terbosan baru, salah satunya adalah diselenggarakan untuk pertama kalinya di Indonesia, yaitu Indonesia Airlines Cargo Award dilaksanakan pada tanggal 15 Juli 2019 yang akan datang, tujuan kami adalah  melihat bagaimana kinerja dari Airlines ini kepada para konsumenya dan seberapa tanggapnya mereka terhadap keluhan kami tersebut" jelas Adrian Dwitomo, Ketua Panitia Buka Bersama ICAC (15/5).

Details
May 20, 2019

GENERAL NEWS