Wednesday, 9 January 2019
Lion Air Group Baru Bisa Berlakukan Tarif Bagasi Setelah Sosialisasi


Dua maskapi dari Lion Air Group, Lion Air dan Wings Air dapat mulai memungut biaya atas bagasi tercatat penumpangnya setelah lakukan sosialisasi selama 14 hari sejak perubahan Standard Operating Procedure (SOP).

Persetujuan Perubahan SOP Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) dan PT Wings Abadi (Wings Air) diberikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara pada Selasa, 8 Januari 2019.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti mengatakan, Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri dalam memberikan pelayanan wajib menyusun SOP dalam bahasa Indonesia yang mendapatkan persetujuan Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud).

Demikian pula untuk setiap perubahan SOP wajib mendapatkan persetujuan Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

Ketentuan mengenai Bagasi Tercatat diatur dalam Pasal 22, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015 Tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, dimana setiap maskapai dalam menentukan standar pelayanan memperhatikan kelompok pelayanan yang diterapkan masing-masing maskapai, termasuk kebijakan bagasi tercatat.

Pelayanan maskapai penerbangan terkait penanganan bagasi tercatat disesuaikan dengan kelompok pelayanannya.

“Sebagaimana diatur dalam pasal 3 PM 185 Tahun 2015, terdapat tiga kelompok pelayanan yang diterapkan oleh masing-masing Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal. 

Pertama, pelayanan dengan standar maksimum (full services), kedua, pelayanan dengan standar menengah (medium services) dan ketiga, pelayanan dengan standar minimum (no frills),” kata Dirjen Hubud melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (8/1).

Berdasarkan kelompok pelayanannya, kata Polana, Lion Air dan Wings Air adalah kelompok pelayanan minimum (no frills), sehingga bagasi tercatat dapat dikenakan biaya dan hal tersebut harus dituangkan dalam SOP Pelayanan.

Lion Air dan Wings Air telah menyampaikan Konsep Perubahan SOP Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal terkait penghapusan bagasi cuma-cuma (free baggage allowance/FBA) dengan menetapkan kebijakan bagasi berbayar dan penambahan prosedur bagasi prabayar (pre-paid baggage).

“Kepada Lion Air dan Wings Air diberikan waktu dua minggu atau 14 hari untuk melakukan sosialisasi, baik kepada operator bandara, ground handling, para agen penjualan tiket, maupun kepada masyarakat pengguna jasa”, Dirjen Hubud menjelaskan.

Diharapkan, kata Polana, dengan dilakukannya hal-hal tersebut, maka perubahan ketentuan yang dilaksanakan oleh Lion Air dan Wings Air dapat dipahami masyarakat dan pada penerapannya dapat berjalan dengan baik di lapangan.

Author: Martin Jop
GO Ina

Program talkshow pada 19-21 Maret 2019  yang di gelar di UniversitasPancasila, Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN), dan Universitas Darma Persada, Jakarta menandakan resminya dimulai rangkaian roadshow ini. Menghadirkan narasumber untuk berbagi pengalaman, dua pengusaha muda yang sukses membangun lokal bisnis di usia muda yaitu; Stephen Lucas, Co Founder brand lokalVoyej, memproduksi aksesoris berbahan kulit sapidanDirez, Co Founder Blues ville & Darahkubiru, dibidang pakaian pria dengan bahan denim.

Details
March 22, 2019

Lion Air menginformasikan, bahwa dengan adanya temporary grounded penerbangan Lion Air tetap
beroperasi normal. Lion Air meminimalisir dampak yang timbul agar operasional dapat berjalan dengan baik
dan tidak terganggu. Lion Air tetap melayani rute-rute yang selama ini dioperasikan Boeing 737 MAX 8
dengan mengganti menggunakan armada Lion Air lainnya. Lion Air mengoperasikan berbagai tipe pesawat,
terdiri dari 70 Boeing 737-900ER (215 kelas ekonomi), 38 Boeing 737-800NG (189 kelas ekonomi) dan tiga
Airbus A330-300 (440 kelas ekonomi).

Details
March 21, 2019

“Lion Parcel berpartisipasi dalam acara Hari Konsumen Nasional 2019 dengan tujuan berkomitmen dalam

meningkatkan kepuasan pelanggan terutama bagi pasar retail yang berfokus Online Selling Market atau Social
Commerce. Pada umumnya online seller (penjual online) menginginkan transaksi praktis (tidak ingin repot dan
bersusah payah keluar rumah atau toko) untuk mengirim barang. Dengan dasar kebutuhan itulah Lion Parcel
hadir menjawab tantangan sekaligus peluang tersebut,” jelas Farian.

Details
March 21, 2019

Karena karakteristik itulah, Malindo Air memulai penerbangan perdana antara Langkawi
dan Melaka di Malaysia yang dioperasikan menggunakan pesawat ATR 72-600 berkapasitas
72 kursi. Penerbangan tersedia tiga kali setiap minggu pada Rabu, Jumat dan Minggu.
Penerbangan nomor OD-1350 berangkat dari Bandar Udara Internasional Melaka (MKZ)
pukul 14.05 waktu setempat (Malaysia Standard Time, GMT+8), membawa 72 penumpang
dan tiba di Bandar Udara Internasional Langkawi (LGK) pukul 15.45 waktu setempat. Malindo
Air mendapatkan sambutan hangat dengan water cannon, diikuti flower gallon dan
pemberian goodie bags kepada penumpang di terminal kedatangan.

Details
March 20, 2019

GENERAL NEWS