Breaking News:
Sunday, 7 April 2019
Sinergi Angkasa Pura I-TWC Dukung Pengembangan Pariwisata di JogLoSemar

Progres pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulon Progo.



Jakarta, 7 April 2019 - PT Angkasa Pura I (Persero) menggandeng PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan Ratu Boko (Persero) (TWC) untuk mendukung operasional Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo sekaligus guna mengembangkan 10 destinasi pariwisata prioritas. Bentuk sinergi kedua BUMN tersebut antara lain berupa pembuatan materi kampanye wisata Yogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar), mengingat tiga daerah ini merupakan magnet utama dan destinasi prioritas dengan ikon Candi Borobudur. 

“Angkasa Pura I memiliki bandara dan di sisi lain TWC mempunyai konten wisata, sehingga kami melakukan sinergi membangun potensi bersama untuk menarik lebih banyak wisatawan. Konsep kolaborasi ini meliputi pusat informasi pariwisata (tourism information centre) bersama, joint promotion road trip, dan joint merchandising. Bandara Internasional Yogyakarta Kulon Progo memiliki beberapa ‘branding spot’ potensial yang bisa dimanfaatkan oleh TWC untuk mempromosikan potensi wisata,” ujar Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I Devy Suradji. 

Direktur Utama TWC Edy Setijono menjelaskan bahwa Joglosemar merupakan pintu masuk bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Yogyakarta dan Jawa Tengah. “Joglosemar juga merupakan destinasi favorit bagi wisatawan yang mengikuti paket wisata ‘overland’ Jawa-Bali dan wisawatan kapal pesiar yang singgah di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Namun, saat ini masalah aksesibilitas masih menjadi masalah utama untuk mencapai target dua juta wisatawan mancanegara di tahun 2019,” kata Edy. 

Edy optimistis dengan beroperasinya Bandara Internasional Yogyakarta yang nantinya akan menjadi salah satu bandara terbesar di Indonesia akan menjadi pintu masuk baru bagi wisatawan mancanegara maupun domestik untuk menjangkau wilayah Joglosemar. 

Mengapa Yogya butuh sarana bandara yang baru, selain kelebihan kapasitas tersebut, berikut ini adalah deretan alasan yang membuat Yogyakarta harus memiliki bandara baru :

1. Yogyakarta merupakan kota kunjungan wisata nomor 2 setelah Bali

2. Kapasitas area parkir pesawat dan landasan pacu sepanjang 2.200 meter tidak mampu menampung pesawat berbadan lebar. Apron hanya mampu menampung 11 pesawat.

3. Bandara Adisutjipto merupakan Civil Enclave milik TNI Angkata Udara yang dibangun tahun 1938 dan dirancang untuk penerbangan militer >40 tahun. Bandara ini pun menjadi pangkalan utama TNI AU dan Pusdik Penerbang TNI AU

4. Dilihat dari lahan dan kendala alam, bandara Adisutjipto tidak dapat dikembangkan lagi.

5. Untuk memenuhi kebutuhan penumpang mendorong pertumbuhan daerah maupun nasional serta program pemerintah dibidang pariwisata mewujudkan 20 juta wisatawan mancanegara tentunya DIY membutuhkan bandara baru yang lebih representativ.

Dan progres pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta hingga saat ini serta merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) saat ini telah mencapai 90 persen untuk tahap operasional terminal internasional. Sedangkan untuk operasional penuh, progres pembangunan telah mencapai 45 persen.

Pada pengoperasian terminal internasional, Bandara Internasional Yogyakarta akan melayani enam penerbangan internasional per hari yang dialihkan dari Bandara Adisutjipto. "Penerbangan internasional ditargetkan dapat beroperasi pada akhir April 2019. Rinciannya dua penerbangan dari dan ke Singapura serta empat penerbangan dari dan ke Kuala Lumpur," imbuh Devy.

Bandara Internasional Yogyakarta ditargetkan mulai beroperasi secara penuh pada akhir tahun ini. Dengan luas terminal 210 ribu meter persegi dan panjang landas pacu 3.250 x 45 meter, bandara ini nantinya mampu mengakomodir pendaratan pesawat berbadan lebar (wide body). Bandara ini memiliki kapasitas 14 juta penumpang per tahun, 9 kali lipat dari kapasitas Bandara Adisutjipto.

Author: Eko Nugroho
GO Ina

Penghargaan “The Most Promising Company in Strategic Marketing” karena IAS membuktikan kinerjanya berdasarkan pencapaian terbaik Perusahaan BUMN.

Details
May 16, 2024

Selama menunggu, SOBATIKI dapat menikmati minuman seperti kopi, teh, dan minuman dingin di ruang tunggu yang privat dan tenang

Details
May 15, 2024

Tidak ada pembatasan jumlah barang bawaan pribadi penumpang dan tetap mengacu pada PMK 203/2017 tentang Ketentuan Ekspor Dan Impor Barang Yang Dibawa Oleh Penumpang Dan Awak Sarana Pengangkut

Details
May 10, 2024

DJBC sadar sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat belum menjangkau masif sehingga timbul permasalahan yang dialami para importir seperti sekarang.

Details
May 10, 2024

GENERAL NEWS