
Pada masa pemerintahan Prabowo dan GIbran ini mengusung Asta Cita atau Delapan Misi yang hendak diwujudkan di Indonesia. Penamaan Asta Cita itu serupa dengan Nawa Cita (Sembilan Agenda Prioritas) yang diusung bapaknya Gibran, Presiden Jokowi, ketika maju pada Pilpres 2014.
Asta Cita bertujuan untuk mewujudkan visi Prabowo-Gibran, yakni ‘Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045’. Misi pertama adalah, memperkokoh ideologi Pancasila, Demokrasi, dan Hak Asasi Manusia (HAM). Kedua, memperkokoh Sistem Pertahanan Keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa dengan mewujudkan Swasembada Pangan, Energi, hingga air. Ketiga, Prabowo-Gibran hendak meningkatkan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pembangunan infrastruktur. Keempat, memperkuat pembangunan SDM, Sains, Teknologi, Pendidikan, Kesehatan. Termasuk memperkuat peran Perempuan, Pemuda, dan Penyandang Disabilitas.
“Kelima, melanjutkan Hilirisasi dan Industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,” bunyi misi kelima Prabowo-Gibran, dikutip dari dokumen visi-misi mereka, Jumat (27/10/2023).
Keenam, melakukan pembangunan dari bawah dan dari desa untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dan memberantas kemiskinan.
Ketujuh, memperkuat Reformasi di Bidang Politik, Hukum, dan Birokrasi. “Serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba,” kata mereka.
Misi Kedelapan terakhir adalah memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya. Juga meningkatkan toleransi antarumat beragama.
Selain visi dan misi, Prabowo-Gibran juga punya 17 Program Prioritas. Salah satunya adalah melanjutkan pemerataan ekonomi, penguatan UMKM, dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
17 Program Prioritas Prabowo-Gibran adalah sebagai berikut :
1. Swasembada pangan, energi, dan air
2. Penyempurnaan sistem penerimaan negara
3. Reformasi Politik, hukum, dan birokrasi
4. Pencegahan dan pemberantasan korupsi
5. Pemberantasan kemiskinan
6. Pencegahan dan pemberantasan narkoba
7. Jaminan tersedianya pelayanan kesehatan bagi seluruh rakyat: Peningkatan BPJS kesehatan dan penyediaan obat untuk rakyat
8. Penguatan pendidikan, sains, dan teknologi, serta digitalisasi
9. Penguatan pertahanan dan keamanan negara dan pemeliharaan hubungan internasional yang kondusif
10. Penguatan kesetaraan gender dan perlindungan hak perempuan, anak, serta penyandang disabilitas
11. Menjamin pelestarian lingkungan hidup
12. Menjamin ketersediaan pupuk, benih, dan pestisida langsung ke petani
13. Menjamin rumah murah dan sanitasi untuk masyarakat desa dan rakyat yang membutuhkan
14. Melanjutkan pemerataan ekonomi, penguatan UMKM dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)
15. Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi berbasiskan sumber daya alam (SDA) dan maritim untuk membuka lapangan kerja yang seluas- luasnya dalam mewujudkan keadilan ekonomi
16. Memastikan kerukunan antar umat beragama, kebebasan beribadah, dan perawatan rumah ibadah
17. Pelestarian seni budaya, peningkatan ekonomi kreatif, dan peningkatan prestasi olahraga
Puncak pergerakan tercatat pada H-3 Lebaran, yakni Jumat, 28 Maret 2025, dengan total penerbangan mencapai 1.179 dan jumlah penumpang mencapai 184.000 orang.
…DetailsKegiatan ini adalah bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
…DetailsDirektorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan memperkuat konektivitas udara di Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat melalui
…DetailsMenteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau sarana dan prasarana transportasi udara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (27/3).
…Details