Friday, 29 November 2019
Alkanaah, GSA Saudia Cargo Siap Memberikan Layanan Terbaik untuk Customer di Indonesia

Maskapai Saudia Cargo, divisi kargo udara dari Saudi Arabian Airlines (Saudia), diakui sebagai perusahaan transportasi angkutan kargo udara yang terkemuka di Timur Tengah. Dengan jaringan global yang luas mencakup empat benua, mengoperasikan armada khusus kargo (freighter) dan menawarkan kapasitas belly space melalui penerbangan penumpang kami di Asia, Afrika, Eropa dan Amerika Serikat, dengan mencapai lebih dari 225 tujuan internasional dan 26 tujuan domestik pada jaringan layanan penerbangannya. Di Indonesia, Saudia, flag carrier Kerajaan Arab Saudi, baru-baru ini telah menunjuk PT. Alkanaah International Cargo Indonesia (Alkanaah) sebagai General Sales Agent (GSA) untuk angkutan Kargo dan Penumpang di Indonesia. Untuk mengetahui eksistensi dan update terbaru dari Saudia Cargo, baru-baru ini Cargo Times mendapatkan wawancara khusus dengan Edy Susanto, Director General Sales Agent PT. Alkanaah International Cargo. Berikut wawancara kami tersebut :

Cargo Times : Setelah ditunjuk sebagai agent cargo oleh Saudia Airlines, secara umum apa saja yang akan Alkanaah kerjakan pada ?

Edy Susanto : Pertama-tama kami akan memperkenalkan diri kesemua stakeholder yang berhubungan langsung dengan jasa layanan cargo Saudia Cargo (Bea Cukai, Ground Handling, Cargo Agent beserta local agent lainnya).

Sesuai surat penunjukan dari pihak principle Saudia bahwa efektif per tanggal 1 September 2019, bahwa PT Alkanaah Int’l Cargo Indonesia sebagai GSA (General Sales Agent) untuk Saudia Cargo, sebagai satu-satunya GSA di Indonesia.

Untuk produk Saudia Cargo sendiri, dimana memiliki banyak sektor on line service seperti ke Saudi Arabia sendiri, Timur Tengah, Eropa, USA, India dan Africa.

Kemudian kami akan meyakinkan pada semua customer bahwa kami sebagai Agent cargo/GSA yang baru yang akan memberikan service yang terbaik, dalam artian dari segi respon email atau inquiry dan hal-hal lain nya terutama dalam hal Air Freight Cost.

Cargo Times : Bagaimana pandangan Alkanaah (Saudia Cargo) tentang potensi ekonomi Indonesia ?

Edy Susanto : Potensi ekonomi Indonesia cukup meyakinkan, dimana banyak komoditas export unggulan seperti Textile/Garment, lalu Footwear dan Apparel untuk tujuan ke Eropa dan USA. Kemudian ada product harian atau Perishable seperti sayur mayur, ikan segar, Live Animal dan buah-buahan untuk pasar Arab Saudi.

Cargo Times : Berapa kali frekwensi penerbangan Saudia Airlines ke Jakarta (CGK), dan dengan jenis pesawat apa ?

Edy Susanto : Frekwensinya 3 flight per hari dengan total 17-18 flight per minggu untuk tujuan direct ke Jeddah dan Riyadh dengan pesawat B 777 300ER dengan kapasitas angkut kurang lebih 12-15 ton.

Cargo Times : Barang-barang apa saja yang di Ekspor dari Indonesia, dan barang-barang Impor yang masuk ke Indonesia ?

Edy Susanto : Untuk pangsa pasar ke Arab Saudi dan Middle East untuk Komoditi umum (General Cargo/Genco) dan Perishable seperti sayur mayor buah-buahan dan ikan segar.

Untuk pangsa pasar ke Eropa dan USA biasanya Ready Garment, Sportwears/Apparel, Furniture dan Komoditi umum.

Untuk pangsa pasar ke Afrika seperti Pharmaceutical dan Vaksin.

Untuk Import lebih ke barang-barang pribadi atau Personnal Effect, atau barang-barang untuk Donasi/Sumbangan berupa Alquran, buah Kurma, barang-barang untuk pihak Diplomat (Arab Saudi).

Selain itu, saya jelaskan, Arab Saudi sebagai destinasi utama religi, dengan jumlah Jemaah Umroh Indonesia rata-rata 1,3 juta per tahun dan jemaah haji 220 ribu orang per tahun, tentu membutuhkan layanan-layanan yang membuka peluang bisnis dari dua negara. Bisnis catering, misalnya, dimana jemaah Indonesia lebih nyaman mengkonsumsi makanan dengan bahan-bahan/bumbu asli Indonesia.

Cargo Times : Sebagai GSA baru, berapa total target volume kargo pada 2019 ini ?

Edy Susanto : Dikarenakan kami baru mendapatkan keagenan cargo efektif per 1 September 2019, kami belum mempunyai data 2018. Akan tetapi target kedepannya untuk 2020 adalah 10-11 Ton/Flight.

Cargo Times : Demand pasar barang2 manufaktur sedang turun (untuk pasar retail), sebaliknya barang\ barang e-commerce (online) demandnya cukup tinggi, apalagi di Indonesia. Apakah ada efek yang signifikan bagi angkutan Saudia Cargo ? Adakah antisipasi strategi menghadapi keadaan pasar tersebut ?

Edy Susanto : Betul sekali, dimana dikarenakan factor global issue (geopolitik timur tengah, Hong Kong, perang dagang China-USA) sehingga permintaan atau order menurun.

Oleh karena itu antisipasi kami adalah melakukan kerjasama dengan beberapa cargo agent untuk menangani cargo e-commerce dari luar Jakarta (Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan) dalam arti cargo transhipment untuk menggunakan service Saudia Cargo.

Cargo Times : Adakah rencana untuk investasi/ekspansi Alkanaah (Saudia Cargo) di Indonesia (contoh: kantor cabang, gudang, trucking, aplikasi IT, etc.) ?

Edy Susanto : Beberapa wilayah Indonesia dengan potensi ekspor yang cukup besar, membuat kami nanti rencana ke depan akan membuka kantor cabang di Surabaya (Jawa Timur) dan Medan (Sumatera Utara) dalam waktu dekat ini.

Cargo Times : Berapa jumlah armada pesawat Saudia Cargo dan Jenis pesawatnya apa saja ?

Edy Susanto : Selain dengan memanfaatkan belly space pada pesawat penumpang, divisi kargo dari Saudia Airlines, Saudia Cargo memiliki 10 buah Pesawat khusus kargo / freighter dengan berbagai jenis yaitu :

1. 2 Pesawat Cargo jenis B747-400BDSF

2. 1 Pesawat Cargo jenis B747-400F

3. 1 Pesawat Cargo jenis B747-400ERF

4. 2 Pesawat Cargo jenis B747-8F

5. 4 Pesawat Cargo jenis B777F

Dimana armada Freighter ini melayani 13 tujuan kargo, dan juga meliputi 58 International Airport dengan pemanfaatan belly space, serta melintasi 5 Benua.

Author: Eko Nugroho dan Mar
GO Ina

Kerjasama ini untuk mendukung peningkatan konektivitas dan distribusi barang ke berbagai wilayah di Indonesia, serta bisnis kargo udara APLog

Details
January 23, 2020

FastPOS sebagai 3PL dari TaniHub Group dalam memperkuat layanannya sebagai startup agritech dan memberi dampak pada masyarakat luas.

Details
January 14, 2020

Kegiatan sosial ini adalah salah satu bentuk kepedulian J&T Express pada masyarakat yang terimbas dampak banjir di Jabodetabek

Details
January 13, 2020

Momen tahunan kali ini mencatat trafik jumlah penumpang di 16 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II sebesar lebih dari 5,3 juta penumpang

Details
January 8, 2020

GENERAL NEWS