Thursday, 20 September 2018
Sukses di Asian Games 2018, Momentum Pelaksanaan Kompetisi Equestrian Tingkat Dunia

Pelaksanaan Asian Games 2018 Jakarta Palembang telah berakhir. Ratusan ekor kuda peserta cabang equestrian asal 22 negara telah kembali ke negaranya masing-masing. Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian (Kementan) Banun Harpini menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi mendukung suksesnya cabang Equestrian pada Asian Games 2018. 

“Tindakan karantina terhadap kuda yang sesuai dengan standar dunia sangat penting bagi sukses terselenggaranya cabang equestrian Asian Games 2018. Hal ini sekaligus menjadi momentum yang baik untuk meningkatkan kapasitas layanan perkarantinaan ke level yang lebih tinggi,” kata Banun saat bertemu dengan konsultan zona bebas penyakit kuda (Equine Disease Free Zone / EDFZ) yang dikontrak oleh pemerintah, Dr. Susanne Munstermann, di ruang kerjanya pada Jumat (31/8).

Banun menyatakan Dr. Susanne memberikan saran penyusunan persyaratan teknis kesehatan hewan  (Health Requirement) pemasukan temporer kuda untuk berkompetisi di Asian Games 2018, dan Return Health Certificate saat pemulangan kuda ke negara asal serta protokol karantina. Kementan mengkomunikasikan persyaratan dan sertifikasi tersebut dengan 22 negara peserta cabang Equestrian Asian Games jauh hari sebelum event berlangsung.

Sejak 2 tahun lalu melalui Inpres No. 2/2016 pemerintah (Kementan, berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta) membangun dan menyiapkan venue equestrian. Standar EDFZ berhasil diraih dari Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) didampingi konsultan internasional Dr Susanne Munstermann.   

Lebih jauh, pemerintah juga menerapkan serangkaian tindakan sanitary meliputi: sensus dan identifikasi kuda di Jabodetabek, surveilans (pengawasan) penyakit kuda, surveilans vektor penyakit kuda, pembentukan zona bebas kuda dalam radius 8 km dari venue dan zona bebas hewan ternak dalam radius 1 km, pengendalian vektor di venue dan lingkungan sekitar, serta penerapan prosedur biosekuriti di venue.

Kementan juga telah menerbitkan manual biosekuriti, dan bersama Dinas KPKP DKI Jakarta menerapkan prosedur biosekuriti di venue Jakarta Equestrian Park (JEP) Pulomas. Selain itu, Kementan melakukan pengawasan ketat sebelum kuda masuk ke venue di Stable Artyatasa di desa Limo, Depok ditetapkan sebagai Instalasi Kesehatan Hewan (IKH).

Langkah lain adalah pengetatan pengawasan pemasukan kuda dari luar EDFZ. Berbagai proses untuk menyelaraskan standard aturan, fasilitas, sumber daya manusia, dan tindakan perkarantinaan dengan standar OIE terus berlanjut hingga jelang pelaksanaan Asian Games 2018.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Susanne, wanita asal Jerman yang pernah bertugas di OIE ini mengatakan Indonesia patut berbangga telah sukses menjadi penyelenggara, terutama pada cabang equestrian yang membawa hewan hidup sebagai sarana kompetisi olahraga tersebut. “Indonesia telah sukses menyelenggarakan Asian Games, pesta olahraga terbesar kedua setelah Olympiade,” ujar Susanne. 

"Negosiasi dengan negara peserta dapat dilakukan dengan baik, terutama dengan negara dengan aturan tertutup, Indonesia dapat melakukannya dengan baik. Saya merasa ada banyak visi ke depan, saya sangat senang jika kedepan dapat bergabung dan berbagi pengetahuan dalam tindakan karantina khusus,” tambahnya.

Author: Martin Jop
GO Ina

Swiss WorldCargo optimis Gensag Aeropratama dapat mensupport bisnis kargo udaranya,yang punya hub Asia di Singapore

Details
October 8, 2018

Dengan kerjasama ini pelanggan (RPX) dapat melakukan drop off pada setiap konter Agen 46 diseluruh wilayah Jabodetabek.

Details
September 29, 2018

Dirjen Bea Cukai sudah mengatur regulasi dengan jelas untuk transshipment, karena Indonesia potensial untuk pengembangan air transsihpment

Details
September 28, 2018

Dengan hadirnya transhipment di Bali, menjadi nilai ekstra bagi konektivitas bandara dan lalu lintas kargo yang lebih dinamis

Details
September 28, 2018

GENERAL NEWS