Tuesday, 15 October 2019
PENUNJANG WISATA DAN EKONOMI DENGAN ADANYA BANDAR UDARA LETUNG

Anambas 15/10/2019 -  Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti mendampingi Menteri Perhubungan Indonesia, Budi Karya Sumadi meresmikan Bandar Udara Letung, di Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Bandar Udara Letung, terletak di Pulau Jemaja Kecamatan Jemaja Timur Kab Kepulauan Anambas (14/10).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti menyatakan bahwa transportasi udara merupakan moda transportasi utama di daerah kepulauan. "Moda transportasi udara telah menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat Indonesia terutama masyarakat Kabupaten Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Sehingga mengambil andil yang besar dalam meningkatkan trend pengguna moda transportasi udara," papar Polana.

Berdasarkan kajian Rencana Induk, Bandar Udara Letung memiliki kebutuhan lahan sekitar kurang lebih 136 hektar. Lahan tersebut digunakan untuk bangunan fasilitas sisi udara dan bangunan fasilitas sisi darat serta infrastruktur pendukung lainnya.

Bandar Udara Letung memiliki panjang landas pacu dengan dimensi 1400 x 30 meter, apron 70 x 125 meter dan taxiway 15 x 125 meter, sehingga mampu melayani pesawat sejenis ATR 72. Operasional penerbangan dilaksanakan oleh maskapai Wings Air dengan pesawat berjenis ATR 72 500/600 dengan rute Batam-Letung PP seminggu empat kali dan Tanjung Pinang-Letung PP seminggu sekali.

Polana menambahkan kehadiran Bandar Udara Letung merupakan salah satu penunjang pariwisata Kepulauan Anambas. "Bandar Udara Letung menjadi salah satu infrastruktur penunjang program penetapan Kepulauan Anambas sebagai kawasan wisata laut nasional," jelas Polana.

Author: DPar
GO Ina

Dari segi pemasaran, king kobia memiliki pasar yang luas karena dapat sebagai ikan segar beku atau fillet, dan juga banyak digunakan untuk sport fishing

Details
November 13, 2019

PT Angkasa Pura II (Persero) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai melakukan penanaman ribuan pohon cemara laut di pinggir pantai Ketaping, Padang, Sumatera Barat pada Senin,11 November 2019. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) perseroan, yang bertujuan untuk meminimalkan dampak tsunami terhadap warga masyarakat di sekitar Pantai Ketaping.

Details
November 12, 2019

Sempat mengalami kendala operasional pada pekan lalu, kini Sriwijaya Air berangsur angsur kembali normal. Jefferson Jauwena selaku Direktur Utama mengatakan bahwa pasca kejadian penundaan dan pembatalan penerbangan pekan lalu, Sriwijaya Air secara rutin berkoordinasi kepada regulator.

Details
November 12, 2019

Pekerjaan yang akan dilaksanakan di bandara, pertama adalah peningkatan struktur taxiway sepanjang 100 meter guna peningkatan daya dukung Bandara APT Pranoto oleh Dinas Perhubungan Pemprov Kaltim dan Pekerjaan kedua adalah pemasangan Air Field Lighting (AFL) System atau lampu runway termasuk lampu-lampu di sekitar apron dan taxiway.

Details
November 12, 2019

GENERAL NEWS