Friday, 16 November 2018
Garuda Indonesia Group Ambil Alih Operasional Sriwijaya Air Group

Pada Jumat, 9 November lalu, Garuda Indonesia Group melalui anak usahanya PT Citilink Indonesia, mengambil alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air Group. Hal ini direalisasikan dalam bentuk Kerja Sama Operasi (KSO) yang dilakukan oleh PT Citilink Indonesia (Citilink) dengan PT Sriwijaya Air dan PT NAM Air.

KSO atau kerja sama joint operation ini dapat memberikan dampak yang positif karena Citilink dapat memperluas segmen market, network, kapasitas, dan kapabilitasnya. Serta, mempercepat restrukturisasi penyelesaian kewajiban Sriwijaya Group pada salah satu anak perusahaan Garuda Indonesia.

Dengan KSO yang akan dikelola oleh Citilink ini diharapkan dapat membantu pemulihan Sriwijaya Air Group di tengah persaingan industri penerbangan yang semakin kompetitif.

KSO yang dikelola sepenuhnya oleh Citilink ini akan segera melaksanakan tugasnya setelah proses internal di masing masing perusahaan diselesaikan. Kerjasama ini juga dapat ditingkatkan lagi ke level kepemilikan saham Sriwijaya Group yang akan diatur kemudian. 

Dilansir dari detik.com, sementara itu Head of Corporate Commmunicatios Sriwijaya Air Adi Willi Hanhari Haloho mengatakan, operasional Sriwijaya Air akan tetap normal.

"Sriwijaya Air Group beroperasi secara normal. Nanti kalau KSO ini telah efektif, akan ada Tim KSO yang akan mengurusi hal tersebut," kata Willi kepada detikFinance, Rabu (14/11/2018).

"Karena di dalam Tim KSO itu nantinya akan ada orang-orang dari Citilink juga," sambung Willi.

Author: Martin Jop
GO Ina

TIKI memfokuskan strategi pemasaran melalui media sosial dengan memperbanyak interaksi, story telling, dan pengalaman pelanggan

Details
February 1, 2019

Kebijakan tersebut menindaklanjuti masukkan Komisi V DPR RI pada Rapat Kerja bersama dengan Dirjen Perhubungan Udara

Details
February 1, 2019

Garuda Indonesia mencatatkan capaian OTP arrivals sebesar 89,9 persen selama Desember 2018 dengan lebih dari 15 ribu flight.

Details
January 27, 2019

Kenaikan tarif dari Jabodetabek, tergantung tujuan kiriman paket dan jenis layanan yang digunakan dengan kenaikan rata-rata 20%.

Details
January 17, 2019

GENERAL NEWS